Webinar Astronomi UAD Dorong Kepedulian Publik terhadap Polusi Cahaya

Ilustrasi Polusi cahaya, source : pinterest.com

 

Yogyakarta — Dalam rangka Semarak Milad ke-10, LSO Andromeda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Webinar Astronomi pada 21 Desember 2025 dengan mengangkat isu polusi cahaya yang kian mengancam keberlanjutan astronomi dan kualitas lingkungan. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak penggunaan pencahayaan buatan yang berlebihan.

Ketua Umum LSO Andromeda UAD periode 2025/2026, Aufa Bahauddin Zahid, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan mampu menjembatani diskursus astronomi dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, polusi cahaya merupakan isu yang sering luput dari perhatian, padahal berdampak luas terhadap sains, ekologi, hingga kesehatan manusia. “Isu ini perlu dibahas secara berkelanjutan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan pencahayaan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Dokumentasi webinar astronomi, source: admin

Webinar ini diikuti oleh 50 peserta aktif dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum hingga akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di tingkat nasional. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan didokumentasikan dalam bentuk rekaman yang diunggah pada kanal YouTube PASTRON UAD, sehingga dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas.

Tema yang diangkat, “Langit yang Kian Menghilang: Astronomi di Tengah Polusi Cahaya,” berangkat dari realitas menurunnya kualitas langit malam akibat masifnya pencahayaan buatan. Kemajuan teknologi pencahayaan, yang pada awalnya ditujukan untuk mendukung aktivitas manusia, justru memicu meningkatnya polusi cahaya malam hari. Akibatnya, pengamatan benda langit semakin terbatas dan langit malam yang dahulu dipenuhi taburan bintang kini semakin sulit dinikmati.

Sebagai pemateri utama, Yudhiakto Pramudya, Ph.D, dosen Pendidikan Fisika sekaligus Kepala Pusat Studi Astronomi UAD, menjelaskan bahwa polusi cahaya tidak hanya berdampak pada astronomi, tetapi juga mengganggu ekosistem, kesehatan manusia, serta efisiensi energi. Ia menyoroti hilangnya langit gelap sebagai kerugian ilmiah sekaligus budaya.

Cahaya seharusnya membantu manusia. Namun, ketika digunakan secara berlebihan dan tidak terarah, ia justru menghilangkan langit malam yang menjadi ruang penting bagi ilmu pengetahuan dan peradaban,” ujar Yudhiakto dalam pemaparannya.

Ia menambahkan bahwa polusi cahaya berkontribusi pada pemborosan energi dan emisi karbon, serta mengganggu ritme biologis manusia dan makhluk hidup nokturnal. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi melalui desain pencahayaan yang tepat, penggunaan lampu bertudung, pengurangan emisi cahaya biru, serta penerapan sensor dan pengatur waktu pada sistem penerangan.

Melalui webinar ini, LSO Andromeda UAD menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemangku kebijakan dalam menjaga kualitas langit malam. Astronomi, sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan warisan budaya, membutuhkan ruang langit yang gelap agar tetap lestari. Forum ini diharapkan dapat mendorong kesadaran publik dan menjadi langkah awal menuju kebijakan pencahayaan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (au)

Astrofun Science: HMPS Pendidikan Fisika dan LSO Andromeda UAD Ubah Stigma Sains Menakutkan Jadi Menyenangkan di TPA Darul Ulum

Foto bersama santri TPA Darul Ulum

BANTUL – Suasana TPA Darul Ulum Kretek, Bantul, pada Sabtu (1/11/2025) malam terasa berbeda dari biasanya. Puluhan santri cilik tampak antusias mengarahkan pandangan mereka ke langit melalui teleskop, dibimbing oleh mahasiswa. Pemandangan ini menjadi puncak dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Fisika dan Lembaga Swadaya Organisasi (LSO) Andromeda Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Mengusung tema “Astrofun Science: Belajar Fisika dan Astronomi Melalui Permainan dan Pengamatan”, kegiatan ini bertujuan mematahkan stigma bahwa fisika dan astronomi adalah ilmu yang sulit dan abstrak. Para mahasiswa hadir untuk membuktikan bahwa sains bisa dipelajari dengan cara yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.45 hingga 21.00 WIB ini diikuti oleh 43 santri TPA, serta dihadiri oleh jajaran panitia, pendamping TPA, Kepala Dukuh Kretek, dan Kepala Program Studi Pendidikan Fisika UAD, dengan total peserta mencapai 68 orang.

Kegiatan lomba mobil robotik

Rangkaian Acara Seru, dari Robotik hingga Teropong Bintang

Acara dimulai dengan tadarrus bersama yang khidmat, dilanjutkan dengan serangkaian sambutan. Suasana langsung cair ketika memasuki sesi fun games dan ice breaking yang memancing tawa dan semangat para santri.

Tidak hanya bermain, para santri juga diajak untuk mengasah logika dan kreativitas mereka melalui pelatihan serta lomba merakit mobil robotik. Setelah istirahat, salat, dan makan malam bersama (Ishoma), kegiatan dilanjutkan dengan sesi yang paling ditunggu-tunggu.

Usai salat Isya, para peserta mendapatkan materi pengantar astronomi yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Antusiasme memuncak saat sesi pengamatan, di mana para santri berkesempatan meneropong langsung benda-benda langit menggunakan teleskop yang dibawa oleh tim LSO Andromeda. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba robotik dan pembagian doorprize yang disambut gembira oleh para santri.

Foto bersama pengurus TPA Darul Ulum

Apresiasi dari Pihak TPA dan Perangkat Desa

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari pengurus TPA dan perangkat desa setempat. Pak Tumiyana, selaku Direktur TPA Darul Ulum, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas metode pembelajaran yang dibawa para mahasiswa.

“Alhamdulillah, terimakasih atas pembinaan dan juga pembelajarannya yang telah diberikan oleh kakak-kakak mahasiswa. Anak-anak juga merasa senang dan semangat untuk mengikuti kegiatan TPA,” ujar Pak Tumiyana.

Ia menambahkan, “Permainan mobil robotik, game ice breaking, dan juga pengamatan malamnya sangat membuat antusias anak-anak meningkat. Harapannya ke depannya bisa ikut hadir lagi, kiranya semoga bisa dilibatkan di kegiatan outing class untuk bantu mengarahkan santri anak-anak TPA.”

Dukungan serupa datang dari Kepala Dukuh Kretek, Pak Brian, yang berharap kolaborasi ini dapat berlanjut di masa depan. “Kalau bisa mengadakan kegiatan di sini lagi, mungkin di kegiatan pengabdiannya atau di program KKN-nya,” tuturnya.

Jembatan Keilmuan Kampus dan Kebutuhan Masyarakat

Kepala Program Studi Pendidikan Fisika UAD, Bapak Eko Nursulistiyo, S.Si., M.Pd., yang turut hadir memberikan sambutan, mengapresiasi inisiatif mahasiswanya. Menurutnya, program ini adalah implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Program ini jadi jembatan antara peningkatan keilmuan sains di kampus dengan realita pada masyarakat, khususnya anak-anak. Sehingga ilmu yang didapat juga langsung dipraktikkan,” jelas Pak Eko.

Beliau menegaskan bahwa fisika seharusnya tidak menjadi momok. “Fisika bukan hanya perhitungan rumit yang bikin momok menakutkan, tapi sebenarnya menarik karena berasal dari fenomena keseharian kita. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” tegasnya.

Kesuksesan acara ini merupakan hasil dari kolaborasi apik dan persiapan matang, yang diawali dengan silaturahim serta survei analisis kebutuhan bersama direktur TPA dan kepala dukuh. Selama pelaksanaan, panitia mahasiswa dan pendamping TPA berbaur saling membantu, memastikan kegiatan berjalan lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi para santri TPA Darul Ulum.

Konjungsi Bulan Dengan Mars

KONJUNGSI BULAN DENGAN MARS

Andromeda mengadakan kegiatan pengamatan konjungsi bulan dan mars pada Desember 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 3 anggota andromeda. Kegiatan pengamatan ini dilakukan di lantai 10,5 Observatorium, Kampus  4 UAD.

Konjungsi bulan dengan mars ini terjadi ketika bulan sejajar dengan mars. Kegiatan pengamatan ini berjalan dengan baik walaupun sedikit berawan. Kami melakukan pengamatan pada tanggal 8 Desember 2022 mulai pengamatan pada pukul 18.30 WIB menggunakan teleskop Bessier. Saat kami melakukan pengamatan kami melihat beberapa planet antara lain Jupiter dan mars, Namun sayangnya kita tidak sempat untuk mendokumentasikannya dikarenakan mendung yang cukup tebal hingga menutupi planet tersebut. Saat kami pengamatan kami hanya dapat mendokumentasikan Bulan.

Pengamatan Gerhana Bulan Bersama Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Siliwangi

 

PENGAMATAN GERHANA BULAN

Pusat Studi Astronomi (PASTRON) mengadakan pengamatan Gerhana Bulan pada November 2022 lalu. Baberapa anggota Andromeda pun antusias untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan pengamatan gerhana bulan tersebut. Kegiatan tersebut bersamaan dengan kunjungan mahasiswa pendidikan fisika dari Universitas Siliwangi (UNSIL).

Kegiatan Pengamatan Gerhana Bulan ini di buka untuk umum yang bekerja sama dengan Pusat Tarjih. Andromeda diberi amanah untuk menghandle pengamatan Gerhana Bulan untuk umum ini. Kami menggeluarkan 3 Teleskop yaitu Bessier, Galileo, dan Celestron.

Kegiatan pengamatan ini di lakukan di sisi barat halaman kampus 4 UAD pada tanggal 8 November 2022. Namun sayangnya saat gerhana berlangsung cuaca di jogja sedang tidak bersahabat, mendung, berawan dan sedikit gerimis.

Fenomena Hari Tanpa Bayangan

Kamis, 13 Oktober 2022
LSO Andromeda mengadakan kegiatan pengamatan fenomena hari tanpa bayangan di Gedung Utama Kampus 4. Pada kegiatan tersebut pengurus LSO Andromeda membantu untuk membuka lubang zenit dari lantai 10 sampai lantai 1 untuk melihat atau menyaksikan fenomena yang terjadi.

Apakah hari tanpa bayangan membuat bumi kita semakin panas?

Jadi, saat sinar Matahari berada tegak lurus dengan permukaan Bumi, intensitas penyinaran Matahari akan mencapai tahap maksimum. Namun, hari tanpa bayangan ini tidak serta merta menaikkan suhu Bumi. Sebab selain penyinaran, kenaikan suhu Bumi juga dipengaruhi oleh tutupan awan, kelembaban, dan jumlah bibit awan hujan. Jika tutupan awan, kelembaban, dan bibit awan hujan dalam suatu daerah ada dalam jumlah yang kecil, barulah suhu permukaan Bumi bisa menjadi maksimum saat tengah hari.

Beberapa dokumentasi saat kegiatan fenomena hari tanpa bayangan sebagai berikut:

 

Kegiatan PRODAMAT Bersama Magister Pendidikan Fisika UAD

Sabtu,  7 April 2018 Kelompok Studi ANDROMEDA bekerjasama dengan Prodi Magister Pendidikan Fisika mengadakan Kelas Astronomi di SMP 5 Muhammdiyah Yogyakarta, acara tersebut berlangsung dari pukul 19.00-21.30 WIB.  Pada awalnya rangkaian dari acara tersebut adalah Kelas Astronomi dan Pengamatan benda langit seperti Rasi Bintang Orion, Nebula Orion, Galaxy Bima Sakti dan M42
Pada kesempatan kali ini KS ANDROMEDA menggunakan 3 Teleskop skywatcher,  Celestron dan National Geografi, Akan tetapi cuaca malam itu mendung dan hujan sehingga acara hanya di isi kelas Astronomi dengan Pemateri Ricka Tanzilla dan Lukmanul Hakim, yang menjelaskan tentang Tata surya dan benda-benda langit,

IMG-20180412-WA0010meskipun demikian Antusias dari Peserta  sangat luar biasa terutama Warga sekitar yang datang pada acara Kelas Astronomi, IMG-20180412-WA0006 banyak Pertanyaan – pertanyaan yang di ajukan,  salah satu yang kami rangkuman adalah ” apakah bumi bulat atau datar? ”  tanya salah seorang ibu yang hadir dalam Kelas Astronomi, pertanyaan tersebut  memang sering timbul oleh masyarakat umum.


Mengenal Teleskop Lebih Dekat

Minggu, 1 April 2018 . KS Andromeda melakukan kegiatan mengenal teleskop dan melakukan kegiatan pengamatan matahari. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan
Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengenal teleskop mulai dari bagian-bagiannya serta merakit teleskop,
Setelah itu hasil dari belajar merakit teleskop dilakukan kegiatan pengamatan matahari. Pengamatan matahari tersebut dilakukan pada siang hari dan cuaca nya cukup cerah , sehingga mendapatkan hasil sesuai yang di inginkan, pada. Pengamatan kali ini teleskop yang digunakan adalah Sky Watcher
Matahari yang terlihat melalui Teleskop
selain itu kegiatan pengamatan juga cukup menarik masyarakat yang sedang berkunjung di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad DahlanAntusias masyarakat meoihat matahari menggunakan teleskop
Tentunya hal ini menjadikan KS Andromeda lebih bersemangat lagi untuk mengenalkan ilmu Astronomi kepada masyarakat pada umumnya.

Kelas Astronomi dan Pengamatan Blue Moon

Sabtu, 31 Maret 2018 Andromeda UAD dan Empat Komunitas Astronomi lainnya JAC, PL, KOJA dan Astronic UIN SUKA, bekerja sama dengan Taman Pintar melakukan kegiatan Kelas Astronomi dan pengamatan Blue Moon.
Tujuan dari kegiatan ini adalah Mengenalkan ilmu astronomi kepada siswa tingkat SMA, Memberi pengetahuan penerapan ilmu astronomi dan Menjadi sarana berbagi pengalaman antar komunitas astronomi.
Pemaparan Materi oleh Pembicara
Kegiatan ini di awali dengan pemaparan materi tentang bola astronomi dan pergerakan benda langit, kemudian di lanjutkan dengan pengamatan blue moon menggunakan teleskop sehingga peserta dan masyarakat umum dapat mengamati fenomena tersebut, meskipun terhalang awan yang cukup tebal karena cuaca hari itu mendung namun antusias peserta dan masyarakat tetap luar biasa.