PODCAST ANGKRINGAN ANGKASA#7 “PROSES TERBENTUKNYA BINTANG”

Bintang adalah salah satu benda langit yang bisa memancarkan cahayanya sendiri, yang disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi. Oiya, jika temen-temen ada yang pernah mendengar bintang semu (bintang  yang tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri) sebenarnya itu bukanlah bintang, tetapi planet yang memantulkan cahaya dari bintang lain dan terlihat bercahaya di langit seperti sebuah bintang. Salah satu bintang adalah Matahari. Matahari merupakan sumber cahaya bagi planet- planet yang mengelilinginya. Bahkan Bulan pun memantulkan cahaya dari sinar Matahari. Bintang memiliki berbagai ukuran, ada yang besar, ada yang kecil dan bahkan ada yang ukurannya raksasa. Selain itu terkadang stukturnya pun berbeda.

Nah setelah mengetahui pengertian bintang bagaimana sih proses bintang terbentuk?

Bintang terbentuk di dalam awan molekul yaitu sebuah daerah medium antarbintang yang luas dengan kerapatan yang tinggi. Awan ini kebanyakan terdiri dari hidrogen dengan sekitar 23–28% helium dan beberapa persen elemen berat. Sebuah bintang lahir dimulai ketika sebagian debu dan gas di bagian dalam nebula mulai berkumpul dan bergabung. Secara perlahan gabungan gas dan debu tersebut mengkerut dan memadat serta di bagian dalamnya menjadi panas. Panas tersebut diakibatkan oleh karena adanya penggabungan inti hidrogen ke dalam helium. Panas semakin bertambah yang mengakibatkan terjadinya pelepasan energi.

Kekuatan gravitasi memiliki peranan sangat penting dalam proses pembentukan bintang. Awal mula pembentukan bintang dimulai dari ketidakstabilan gravitasi. Ketidakstabilan ini seringkali dipicu oleh gelombang kejut dari supernova (ledakan bintang) atau tumbukan antara dua galaksi sehingga awan tersebut mulai bergerak di bawah pengaruh gaya gravitasinya sendiri. Berdasarkan syarat instabilitas Jeans, bintang tidak terbentuk sendiri-sendiri, melainkan dalam kelompok yang berasal dari suatu keruntuhan di suatu awan molekul yang besar, kemudian terpecah menjadi konglomerasi individual. Hal ini didukung oleh pengamatan dimana banyak bintang berusia sama tergabung dalam gugus atau asosiasi bintang.

Begitu awan ”runtuh”, akan terjadi konglomerasi debu dan gas yang padat yang disebut sebagai globula-bok. Globula Bok ini dapat memiliki massa hingga 50 kali massa Matahari. Runtuhnya globula membuat bertambahnya kerapatan. Pada proses ini energi gravitasi diubah menjadi energi panas sehingga temperatur meningkat. Ketika awan protobintang ini mencapai kesetimbangan hidrostatik, sebuah protobintang akan terbentuk di intinya. Proto bintang sering dikelilingi oleh piringan protoplanet. Pengerutan atau keruntuhan awan molekul ini memakan waktu hingga puluhan juta tahun. Ketika peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai kisaran 10 juta kelvin, hidrogen di inti ‘terbakar’ menjadi helium dalam suatu reaksi termonuklir. Reaksi nuklir di dalam inti bintang menyuplai cukup energi untuk mempertahankan tekanan di pusat sehingga proses pengerutan berhenti. Protobintang kini memulai kehidupan baru sebagai bintang deret utama.

Adanya bintang juga dijelaskan dalam Al Quran, yaitu pada  (QS thariq ayat 1-3)

Yang artinya ayat 1 (Demi langit dan yang datang pada malam hari). Lafal Ath-Thaariq pada asalnya berarti segala sesuatu yang datang pada malam hari, antara lain ialah bintang-bintang, karena bintang-bintang baru muncul bila malam tiba. Ayat 2 (tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?). Ayat 3 (yaitu bintang yang bersinar tajam). Dimana arti (Yaitu bintang) yakni bintang Tsurayya, atau semua bintang (yang cahayanya menembus) malam.

Lalu bagaimana bintang berakhir?

Ketika kandungan hidrogen di teras bintang habis, teras bintang mengecil dan membebaskan banyak panas dan memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar bintang yang masih banyak hidrogen mengembang dan berubah menjadi warna merah dan disebut bintang raksaksa merah yang dapat mencapai 100 kali ukuran matahari sebelum membentuk bintang katai putih. Sekiranya bintang tersebut berukuran lebih besar daripada matahari, bintang tersebut akan membentuk superraksasa merah (red giant star). Superraksasa merah ini kemudiannya membentuk Nova atau Supernova dan kemudiannya membentuk bintang neutron atau Lubang hitam.

Nah Supernova merupakan ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi yang teramat besar. Bahkan pancaran energi yang dipancarkan saat supernova terjadi dalam beberapa detik saja dapat menyamai pancaran energi sebuah bintang dalam kurun waktu jutaan hingga miliaran tahun.

Supernova biasa terjadi dikarenakan habisnya usia suatu bintang. Saat bahan-bahan nuklir pada inti bintang telah habis, maka tidak akan dapat terjadi reaksi fusi nuklir yang merupakan penyokong hidup suatu bintang. Dan bila sudah tidak dapat dilakukan fusi nuklir ini, maka bintang akan mati dan terjadi supernova.

Surat dalam Al-Quran yang membahas tentang berakhirnya bintang yaitu pada:

(QS At takwir 1-2).

Arti ayat 1(Apabila matahari digulung). Yang mana dapat dijelaskan, apabila matahari yang demikian besar digulung dengan mudah seperti halnya serban, hingga memudar dan redup. Arti ayat 2 ( dan apabila bintang-bintang berjatuhan), dapat diartikan, apabila bintang-bintang yang begitu banyak dan menghiasi cakrawala berjatuhan, tidak berada di garis edarnya lagi akibat hilangnya gaya tarikmenarik antar-benda langit.

(QS Al-Qiyamah ayat 7-10)

Yang artinya ketika pandangan mata terbelalak, terkejut ketakutan melihat kengerian pada Hari Kiamat, rembulan hilang cahayanya, matahari dan rembulan dikumpulkan, cahaya keduanya sama-sama hilang, tidak ada lagi cahaya bagi keduanya; saat itu manusia bertanya, “Kemana tempat berlari dariazab?”

Jenis jenis bintang yang paling terang dilangit malam yaitu:

  1. Sirius

Sirius yang dikenal juga dengan sebutan Alpha Canis Majoris ini merupakan bintang yang paling terang di langit malam dengan magnitudo -1,47. Bintang Sirius berjarak 8,6 tahun cahaya dari bumi. Sirius dapat dilihat dari hampir seluruh tempat di Bumi, kecuali bagi yang tinggal pada lintang di atas 73,284 derajat lintang utara seperti  di negara Norwegia, Rusia, Denmark, dan Kanada. Tanggal 1 Januari merupakan waktu terbaik untuk melihat bintang yang paling terang ini. Sirius dapat dilihat dengan mata telanjang saat matahari masih berada di atas horizon.

  1. Canopus

Bintang yang mempunyai nama lain Alpha Carinae ini merupakan bintang yang paling terang di rasi Carina, dengan magnitudo tampak -0,72. Tanggal terbaik untuk melihat Canopus yaitu 28-29 Desember, saat itu bintang ini berada di meridian pada tengah malam. Pada saat itu orang-orang di sekitar garis Khatulistiwa dapat melihat Canopus. Jarak Canopus sekitar 316 tahun cahaya dari bumi.

  1. Rigil Kentaurus

Rigil Kentaurus juga dikenal dengan nama populernya yaitu Alpha Centauri. Bintang ini yang paling terang ke-3 setelah dua bintang di atas. Rigil Kentaurus adalah yang paling terang dalam rasi Centaurus. Bintang ini merupakan sistem tiga bintang yang terlihat seperti satu bintang bila dilihat dari jauh. Jarak Rigil Kentaurus dari tata surya kita sekitar 4,2 sampai 4,4 tahun cahaya dan merupakan sistem bintang yang terdekat dengan tata surya. Bintang ini dapat dilihat oleh sebagian besar oleh orang di Bumi belahan selatan.

  1. Arcturus

Arcturus atau Alpha Bootis merupakan bintang yang paling terang di rasi Bootes, serta bintang paling terang di bagian langit utara. Arcturus hampir dapat dilihat dari seluruh penjuru bumi, karena letaknya yang tidak jauh dari ekuator langit. Waktu terbaik untuk melihat bintang yang satu ini adalah sekitar bulan April. Arcturus berjarak sekitar 43,9 tahun cahaya dari bumi dan terkenal dengan pergerakannya yang besar.

  1. Vega

Vega atau yang mempunyai nama Alpha Lyrae merupakan bintang yang paling terang di rasi Lyra serta yang paling terang ke-5 di langit dengan magnitudo tampak 0,03. Umur Vega saat ini diperkirakan antara 200 sampai 500 juta tahun. Vega hanya dapat dilihat hingga wilayah bumi yang berada diatas garis lintang 510 S. Oleh karena itu vega tidak dapat diamati di wilayah Antartika maupun dibagian selatan Benua Amerika Serikat.

Selain 5 bintang tersebut masih banyak juga bintang-bintang yang terang setelah kelima bintang tersebut.

Bagaimana cara terbaik melihat bintang?

Tips untuk melihat bintang, salah satu hal utama yang harus dipikirkan oleh para pengamat bintang adalah mengetahui apa yang mereka cari di langit. Cara paling sederhana untuk mencari bintang di langit malam adalah memanfaatkan teknologi atau aplikasi yang bisa membantu menemukan bintang. Misalnya seperti aplikasi Google Sky Map, Starry Night, Stellarium dan masih banyak lagi.

Selanjutnya saat kita mengamati bintang jauhi tempat yang kena polusi cahaya. Langit malam sbenarnya dipenuhi oleh banyak bintang, galaksi dan rasi bintang, tetapi polusi cahaya dapat membatasi penglihatan mata telanjang. Polusi cahaya dari lampu kota, asap knalpot kendaraan, pabrik, dan bahkan sinar rembulan bisa membuat banyak objek langit redup ketika malam, termasuk Bimasakti. Maka dari itu perlu mencari tempat yang jauh akan polusi untuk bisa melihat objek langit yang jelas.

Sumber :

https://langitselatan.com

https://ilmugeografi.com

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI

https://astronomi.news/2018/10/29/terhentinya-pembentukan-bintang-pada-galaksi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *